BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Minuman ringan (soft drink) adalah minuman yang tidak mengandung alkohol, merupakan minuman olahan dalam bentuk bubuk atau cair yang mengandung bahan makanan dan / atau bahan tambahan lainnya baik alami maupun sintetik yang dikemas dalam kemasan siap untuk dikonsumsi. Minuman ringan terdiri dari dua jenis, yaitu: minuman ringan dengan karbonasi (carbonated soft drink) dan minuman ringan tanpa karbonasi. Dalam bahasa sehari-hari, soft drink dapat diartikan sebagai minuman ringan berkarbonasi atau bersoda. Karbonasi merupakan efek penginjeksian gas CO2 (karbondioksida) ke dalam minuman, sehingga memiliki penampakan bergelembung-gelembung yang menyuguhkan kesan segar. Soft drink kini begitu digandrungi siapa pun, terutama kaum muda. Selain mengusir dahaga, sekaligus memberi kenikmatan luar biasa, mengonsumsi soft drink dianggap memiliki prestise tertentu. Hal ini ditunjang kemasannya yang lebih modern, juga harganya yang relatif mahal ketimbang air minum dalam kemasan nonkarbonasi. Merebaknya minuman ringan ini terjadi di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dampak negatif pun muncul, antara lain penyakit degeneratif. Sejak penemuan soft drink di AS (1830), terjadi peningkatan konsumsi secara tajam dari tahun ke tahun, yang diikuti negara-negara lain.

Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, penulis ingin memahami dan menganalisis  peranan softdrink terhadap lingkungan beserta dampak yang diakibatkan dari mengkonsumsi softdrink. Dan dari permasalahan yang penulis angkat dalam sebuah karya ilmiah yang berjudul Pengaruh Tingkat Keasaman Softdrink Terhadap Tubuh dan Lingkungan

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah penulis uraikan di atas, maka yang dapat menjadi rumusan masalah adalah sebagai berikut :

  1. Bagaimana peranan softdrink terhadap lingkungan?
  2. Bagaimana proses yang terjadi softdrink dalam penerapan di lingkungan?
  3. Apakah dampak yang ditimbulkan akibat dari mengkonsumsi softdrink?

1.3 Tujuan Penulisan

Tujuan dari penulisan Karya Tulis ini terbagi menjadi dua bagian yaitu, tujuan yang bersifat umum serta tujuan yang bersifat khusus.

1.3.1 Tujuan Umum

Dalam hal ini penulis memiliki beberapa tujuan umum yang meliputi :

  1. Mengetahui peranan softdrink terhadap lingkungan
  2. Mengetahui proses yang terjadi softdrink dalam penerapan di lingkungan
  3. Mengetahui dampak yang ditimbulkan akibat dari mengkonsumsi softdrink

1.3.2    Tujuan Khusus

Penulis memiliki tujuan khusus dari penulisan Karya Tulis ini yaitu untuk mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat SMA se-Provinsi Bengkulu yang bertema “Kimia Lingkungan” yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Kimia (HIMAMIA) Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan Universitas Bengkulu.

1.4 Manfaat Penulisan

Adapun beberapa manfaat penulisan Karya Tulis ini antara lain :

  1. Memberikan informasi mengenai peran barang bekas (antena kaleng) sebagai media penangkap sinyal wireless
  2. Memberikan informasi tentang  langkah – langkah pembuatan antena kaleng sebagai media penangkap sinyal wireless
  3. Memberikan informasi tentang keuntungan dari pemanfaatan barang bekas (antena kaleng) sebagai media penangkap sinyal wireless

1.5 Ruang Lingkup Penelitian

Dalam penulisan makalah  ini, pengamatan dan penganalisaan data dan informasi terbatas pada materi tentang “Pengaruh Tingkat Keasaman Softdrink Terhadap Tubuh dan Lingkungan” yang terdapat di berbagai media cetak seperti buku, koran, artikel majalah, dan akses internet.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

II.1  Minuman Ringan (Softdrink)

Minuman ringan (soft drink) adalah minuman yang tidak mengandung alkohol, yang merupakan minuman olahan dalam bentuk bubuk atau cair yang mengandung bahan makanan dan / atau bahan tambahan lainnya baik alami maupun sintetik yang dikemas dalam kemasan siap untuk dikonsumsi. Minuman ringan terdiri dari dua jenis, yaitu: minuman ringan dengan karbonasi (carbonated soft drink) dan minuman ringan tanpa karbonasi.

Minuman ringan dengan karbonasi adalah minuman yang dibuat dengan mengabsorpsikan karbondioksida ke dalam air minum. Minuman ringan tanpa karbonasi adalah minuman selain minuman ringan dengan karbonasi.

Bahan makanan dan tambahan lainnya yang ditambahkan dalam minuman ringan terdiri dari:

  1. Bahan makanan alami meliputi buah-buahan dan / atau produk dari buah-buahan, daun-daunan dan/atau produk dari daun, akar-akaran, batang/kayu tumbuhan, rumput laut, susu dan / atau produk dari susu.
  2. Bahan makanan sintetik meliputi sari kelapa, vitamin, stimulan.
  3. Tambahan lainnya meliputi: pemberi rasa, pemberi asam, pemberi aroma, pewarna dan pengawet, garam.

Berikut ini disampaikan penjelasan-penjelasan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan minuman ringan:

  1. Air berkarbonasi merupakan kandungan terbesar di dalam carbonated soft drink. Air yang digunakan harus mempunyai kualitas tinggi, yaitu: jernih, tidak berbau, tidak berwarna, bebas dari organisme yang hidup dalam air, alkalinitasnya <50 ppm, total padatan terlarut <500 ppm, dan kandungan logam besi dan mangan <0.1 ppm. Sederet proses diperlukan untuk mendapatkan kualitas air yang diinginkan, antara lain: klorinasi, penambahan kapur, koagulasi, sedimentasi, filtrasi pasir, penyaringan dengan karbon aktif, dan demineralisasi dengan ion exchanger. Carbondioxida yang digunakan juga harus semurni mungkin dan tidak berbau. Air berkarbonasi dibuat dengan cara melewatkan es kering (dry ice) ke dalam air es.
  2. Bahan pemanis yang digunakan dalam minuman ringan terbagi dalam dua kategori:
    1. Natural (nutritive), antara lain gula pasir, gula cair, gula invert cair, sirup jagung,dengan kadar fruktosa tinggi, dan dekstrosa
    2. Sintetik (non nutritive), satu-satunya yang direkomendaasikan oleh FDA (Food & Drugs Administration Standard, Amerika Serikat) adalah sakarin.
    3. Pemberi asam (acidulants) ditambahkan dalam minuman dengan tujuan untuk memberikan rasa asam, memodifikasi manisnya gula, berlaku sebagai pengawet, dan dapat mempercepat inversi gula dalam sirup/minuman. Acidulant yang digunakan dalam minuman harus dari jenis asam yang dapat dimakan (edible/food grade) antara lain asam sitrat, asam phosphate, asam malat, asam tartarat, asam fumarat, asam adipat, dan lain-lain.
    4. Pemberi aroma disiapkan oleh industri yang berkaitan dengan industri minuman dengan formula khusus, bahkan kadang-kadang telah ditambah dengan asam dan pewarna, dalam bentuk:

Ekstrak alkoholik (menyaring bahan kering dengan larutan alkoholik), misalnya: jahe, anggur, lemon-lime dan lain-lain

Larutan alkkoholik (melarutkan bahan dalam larutan air-alkohol), misalnya: strawberry, cherry, cream soda dan lain-lain.

Emulsi (mencampur essential oil dengan bahan pengemulsi, misalnya: vegetable gum), misalnya untuk citrus flavor, rootbeer dan kola.

Fruit juices, misalnya: orange, grapefruit, lemon, lime dan grape.

Caffeine, sebagai pemberi rasa pahit (bukan sebagai stimulan)

.Ekstrak biji kola.

Sintetik flavor, misalnya: ethyl acetate/amyl butyrate yang memberikan aroma grape.

  1. Pewarna untuk meningkatkan daya tarik minuman:

natural, misalnya dari grape, strawberry, cherry dan lain-lain.

semi sintetik, misalnya: caramel color

sintetik, dari 8 jenis pewarna yang dapat dimakan (food grade), hanya 5 yang diperkenankan oleh FDA untuk digunakan sebagai pewarna dalam minuman ringan.

  1. Pengawet, misalnya asam sitrat untuk mencegah fermentasi dan sodium

benzoate.

  1. Proses pembuatan:

Proses produksi dimulai dengan pembuatan sirup, yaitu mencampur gula dengan air dingin, kemudian dijernihkan dengan penambahan karbon aktif dan bahan penyaring yang dilanjutkan dengan penyaringan menggunakan alat berupa plat atau frame filter. Larutan sirup kemudian dapat disterilisasi dengan penyinaran ultra violet. Sirup, bahan tambahan, air, dan karbondioksida diaduk dengan temperatur dan tekanan diatur pada kondisi tertentu, kemudian produk akhir berupa minuman ringan dikemas dalam botol/kaleng.

  1. Pengemasan, minuman berkarbonat umumnya dikemas dalam botol (gelas /plastik) atau kaleng, sedangkan minuman tanpa karbonat dapat juga dikemas dalam kotak kardus dengan persyaratan umum sebagai berikut:

mempunyai kekuatan mekanis sehingga dapat menjaga mutu, penampilan dan kandungan produk.

mempunyai penampilan yang menarik.

steril pada setiap pemakaian.

mudah dalam pengisian maupun penyegelan

Masing-masing pengemas mempunyai kelebihan dan kekurangan antara lain:

  1. botol gelas, dapat digunakan ulang (reuse)tanpa mengalami pengolahan atau perubahan bentuk, akan tetapi harus melalui proses pencucian dan sterilisasi dengan menggunakan detergent dan soda kaustik.
  2. botol plastik, dapat didaur ulang (recycle) dengan pengolahan fisik atau kimiawi untuk menghasilkan produk sama atau produk yang lain.
  3. kaleng, dapat melindungi produk dari cahaya, mencegah kandungan produk yang mudah teroksidasi karena cahaya maupun udara dalam kaleng, akan tetapi relatif lebih mahal karena dibuat dari bahan tahan korosi misalnya dari plat baja dengan lapisan timah atau dari aluminium.
  4. Kotak kardus, kekuatan mekanisnya relatif lebih rendah, umur produk singkat.

II.2  Asam

II.2.1 Sejarah Asam

Sekitar tahun 1800, banyak kimiawan Prancis, termasuk Antoine Lavoisier, secara keliru berkeyakinan bahwa semua asam mengandung oksigen. Lavoisier mendefinisikan asam sebagai zat mengandung oksigen karena pengetahuannya akan asam kuat hanya terbatas pada asam-asam okso dan karena ia tidak mengetahui komposisi sesungguhnya dari asam-asam halida, HCl, HBr, dan HI. Lavoisier-lah yang memberi nama oksigen dari kata bahasa Yunani yang berarti “pembentuk asam”. Setelah unsur klorin, bromin, dan iodin teridentifikasi dan ketiadaan oksigen dalam asam-asam halida ditemukan oleh Sir Humphry Davy pada tahun 1810, definisi oleh Lavoisier tersebut harus ditinggalkan.Kimiawan Inggris pada waktu itu, termasuk Humphry Davy, berkeyakinan bahwa semua asam mengandung hidrogen. Kimiawan Swedia Svante Arrhenius lalu menggunakan landasan ini untuk mengembangkan definisinya tentang asam. Ia mengemukakan teorinya pada tahun 1884.Pada tahun 1923, Johannes Nicolaus Brønsted dari Denmark dan Martin Lowry dari Inggris masing-masing mengemukakan definisi protonik asam-basa yang kemudian dikenal dengan nama kedua ilmuwan ini. Definisi yang lebih umum diajukan oleh Lewis pada tahun yang sama, menjelaskan reaksi asam-basa sebagai proses transfer pasangan elektron.

II.2.2 Definisi Asam

Asam (yang sering diwakili dengan rumus umum HA) secara umum merupakan senyawa kimia yang bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan dengan pH lebih kecil dari 7. Dalam definisi modern, asam adalah suatu zat yang dapat memberi proton (ion H+) kepada zat lain (yang disebut basa), atau dapat menerima pasangan elektron bebas dari suatu basa. Suatu asam bereaksi dengan suatu basa dalam reaksi penetralan untuk membentuk garam. Contoh asam adalah asam asetat (ditemukan dalam cuka) dan asam sulfat (digunakan dalam baterai atau aki mobil). Asam umumnya berasa masam, namun demikian, mencicipi rasa asam, terutama asam pekat, dapat berbahaya dan tidak dianjurkan.

Istilah “asam” merupakan terjemahan dari istilah yang digunakan untuk hal yang sama dalam bahasa-bahasa Eropa seperti acid (bahasa Inggris), zuur (bahasa Belanda), atau Säure (bahasa Jerman) yang secara harfiah berhubungan dengan rasa masam. Dalam kimia, istilah asam memiliki arti yang lebih khusus. Terdapat tiga definisi asam yang umum diterima dalam kimia, yaitu definisi Arrhenius, Brønsted-Lowry, dan Lewis.

Arrhenius: Menurut definisi ini, asam adalah suatu zat yang meningkatkan konsentrasi ion hidronium (H3O+) ketika dilarutkan dalam air. Definisi yang pertama kali dikemukakan oleh Svante Arrhenius ini membatasi asam dan basa untuk zat-zat yang dapat larut dalam air.

Brønsted-Lowry: Menurut definisi ini, asam adalah pemberi proton kepada basa. Asam dan basa bersangkutan disebut sebagai pasangan asam-basa konjugat. Brønsted dan Lowry secara terpisah mengemukakan definisi ini, yang mencakup zat-zat yang tak larut dalam air (tidak seperti pada definisi Arrhenius).

Lewis: Menurut definisi ini, asam adalah penerima pasangan elektron dari basa. Definisi yang dikemukakan oleh Gilbert N. Lewis ini dapat mencakup asam yang tak mengandung hidrogen atau proton yang dapat dipindahkan, seperti besi(III) klorida. Definisi Lewis dapat pula dijelaskan dengan teori orbital molekul. Secara umum, suatu asam dapat menerima pasangan elektron pada orbital kosongnya yang paling rendah (LUMO) dari orbital terisi yang tertinggi (HOMO) dari suatu basa. Jadi, HOMO dari basa dan LUMO dari asam bergabung membentuk orbital molekul ikatan.

Walaupun bukan merupakan teori yang paling luas cakupannya, definisi Brønsted-Lowry merupakan definisi yang paling umum digunakan. Dalam definisi ini, keasaman suatu senyawa ditentukan oleh kestabilan ion hidronium dan basa konjugat terlarutnya ketika senyawa tersebut telah memberi proton ke dalam larutan tempat asam itu berada. Stabilitas basa konjugat yang lebih tinggi menunjukkan keasaman senyawa bersangkutan yang lebih tinggi. Sistem asam/basa berbeda dengan reaksi redoks; tak ada perubahan bilangan oksidasi dalam reaksi asam-basa.

II.2.3 Sifat – Sifat  Asam

Secara umum, asam memiliki sifat sebagai berikut:

Rasa: masam ketika dilarutkan dalam air.

Sentuhan: asam terasa menyengat bila disentuh, terutama bila asamnya asam kuat.

Kereaktifan: asam bereaksi hebat dengan kebanyakan logam, yaitu korosif terhadap logam.

Hantaran listrik: asam, walaupun tidak selalu ionik, merupakan elektrolit.

Sifat kimia

Dalam air, reaksi kesetimbangan berikut terjadi antara suatu asam (HA) dan air, yang berperan sebagai basa,

HA + H2O ↔ A + H3O+

Tetapan asam adalah tetapan kesetimbangan untuk reaksi HA dengan air:

Asam kuat mempunyai nilai Ka yang besar (yaitu, kesetimbangan reaksi berada jauh di kanan, terdapat banyak H3O+; hampir seluruh asam terurai). Misalnya, nilai Ka untuk asam klorida (HCl) adalah 107.

Asam lemah mempunyai nilai Ka yang kecil (yaitu, sejumlah cukup banyak HA dan A terdapat bersama-sama dalam larutan; sejumlah kecil H3O+ ada dalam larutan; asam hanya terurai sebagian). Misalnya, nilai Ka untuk asam asetat adalah 1,8 × 10-5.

Asam kuat mencakup asam halida – HCl, HBr, dan HI. (Tetapi, asam fluorida, HF, relatif lemah.) Asam-asam okso, yang umumnya mengandung atom pusat ber-bilangan oksidasi tinggi yang dikelilingi oksigen, juga cukup kuat; mencakup HNO3, H2SO4, dan HClO4. Kebanyakan asam organik merupakan asam lemah.Larutan asam lemah dan garam dari basa konjugatnya membentuk larutan penyangga.

II.2.4 Penggunaan Asam

Asam memiliki berbagai kegunaan. Asam sering digunakan untuk menghilangkan karat dari logam dalam proses yang disebut “pengawetasaman” (pickling). Asam dapat digunakan sebagai elektrolit di dalam baterai sel basah, seperti asam sulfat yang digunakan di dalam baterai mobil. Pada tubuh manusia dan berbagai hewan, asam klorida merupakan bagian dari asam lambung yang disekresikan di dalam lambung untuk membantu memecah protein dan polisakarida maupun mengubah proenzim pepsinogen yang inaktif menjadi enzim pepsin. Asam juga digunakan sebagai katalis; misalnya, asam sulfat sangat banyak digunakan dalam proses alkilasi pada pembuatan bensin.

BAB III

METODE PENULISAN

3.1       Sumber Data

3.1.1    Data Primer

Data primer adalah data yang langsung di peroleh dari sumber data. Adapun cara yang dilakukan penulis dalam memperoleh data primer ini adalah melalui wawancara dengan salah satu guru Kimia SMAN 2 Bengkulu …………………………………………………………………………………………………………….

3.1.2    Data sekunder

Data sekunder adalah data yang lebih dahulu di kumpulkan atau di laporkan oleh pihak lain. Data-data tersebut diperoleh penulis melalui buku-buku  milik penulis, perpustakaan dan akses internet.

3.2       Teknik Pengumpulan Data

Dalam karya tulis ini teknik pengumpulan data yang di gunakan penulis adalah studi pustaka, studi dokumentasi, dan browsing internet, yaitu mengumpulkan data atau informasi yang relevan dan berkaitan dengan “Pengaruh Tingkat Keasaman Softdrink Terhadap Tubuh dan Lingkungan” melalui buku-buku dari perpustakaan sekolah, perpustakaan daerah dan buku-buku pribadi milik penulis, media massa surat kabar, dan literatur internet.

3.3 Teknik Analisa Data

Adapun teknik analisa data yang di gunakan penulis adalah teknik eksposisi karena karya tulis ini memaparkan tentang Pengaruh Tingkat Keasaman Softdrink Terhadap Tubuh dan Lingkungan.


BAB IV

HASIL PENELITIAN

Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan industri makanan dan minuman di Indonesia, telah terjadi peningkatan produksi minuman ringan yang beredar di masyarakat. Pada minuman ringan sering ditambahkan kofeina, pengawet dan pemanis buatan yang kadarnya perlu diperhatikan, karena apabila konsumsinya terlalu berlebihan dapat membahayakan kesehatan (Soerjodibroto, 2002 ;Jacobson, 2000).

Berdasarkan data dari Biro Pusat Statistik diperoleh informasi mengenai jumlah perusahaan minuman ringan di seluruh Indonesia dan nilai produksi, serta volume produksi untuk tahun 1994 s.d. 1997. Untuk keperluan analisis, telah dilakukan interpolasi nilai dan volume produksi untuk tahun 1988 s.d. 1993 dengan mempertimbangkan faktor Consumer Price Index untuk tahun yang bersangkutan.

Tabel 1: Perkembangan Produksi Minuman Ringan selama tahun 1988 s.d. 1997

Tahun

Jumlah perusahaan

Nilai produksi

(Rp.000)

Volume produksi

(000 liter)

Harga

Prod/lt

(Rp)

1988 130 201,876,901 266,442 757,67
1989 142 282,193,286 314,250 897.,98
1990 119 244,897,195 215,742 1135,14
1991 117 310,655,248 191,307 1623,6
1992 146 445,555,498 348,225 1279,51
1993 61 542,330,368 280,551 1933,09
1994 20 418,250,636 391,416 1068,56
1995 24 543,134,092 318,716 1704,13
1996 20 312,632,921 165,744 1886,24
1997 29 739,303,146 393,795 1877,38

Dari data di atas, nilai dan volume produksi minuman ringan secara keseluruhan menunjukkan adanya peningkatan. Hal ini berarti bahwa permintaan masyarakat terhadap produk-produk minuman ringan cenderung mengalami kenaikan selama sepuluh tahun terakhir. Peristiwa ini dilandaskan atas gaya hidup masyarakat yang semakin instan, yang membutuhkan sesuatu yang lebih mudah dibuat,didapat, dan tidak memerlukan waktu yang relatif lama.

Dahulu, untuk menggambarkan sesuatu yang gampang diperoleh orang akan berceloteh, “Ah…semudah mendapatkan kacang goreng.” Ya, karena saat itu kacang goreng banyak berjejeran di pinggir jalan. Namun, istilah itu perlu direvisi. Kenyataannya sekarang justru soft drink jauh lebih ringan mendapatkannya.

Di mana-mana aneka macam soft drink ditawarkan jor-joran. Minuman kemasan itu bisa diperoleh dari kedai tepi jalan yang berdebu sampai mal-mal mewah yang sejuk. Soft drink berhasil menembus batas strata sosial. Segala lapisan masyarakat menjadi konsumennya. Orang biasa mampu menjangkau harganya, orang kaya pun tak kalah gengsi meminumnya.Berikutnya, soft drink justru menjadi standar nilai diri. Anda tidak jantan bila belum mereguk sejenis minuman kaleng. Hidup Anda tak ceria penuh warna jika belum meminum soft drink tertentu sebanyak-banyaknya. Konsentrasi Anda tak akan 100 persen menyala tanpa khasiat minuman tertentu. Seolah-olah hidup ini tak akan beres tanpa soft drink. Bahkan salah satu iklan yang menawarkan softdrink, seolah – olah menegaskan bahwa softdrink memiliki khasiat khas yang membuat para konsumen merasa menjadi lebih segar dan bebas dari rasa strees. Padahal, jika diuji secara

Terlepas dari iklannya yang menakjubkan itu, konsumen telah menyimpulkan dengan cepat manfaat soft drink. Di negeri tropis dan panas ini, kebutuhan minum sangat tinggi. Dan…soft drink adalah solusi cepatnya (meski belum tentu tepat).

Jika dalam perjalanan, kita tak perlu buang waktu, menepi di pinggir aspal, pedagang asongan sudah mengacungkannya. Dengan harga relatif ringan kita segera memperoleh kesegaran. Saat melihat ke depan, cover ban serep mobil depan menampilkan merk iklan minuman tertentu. Kita melongok di jendela, terpampang reklame raksasa soft drink dengan model pria ganteng. Kita melihat tayangan televisi, lagi-lagi iklan minuman merajalela. Bahkan bus yang merangkak di samping kita, dinding luarnya dipenuhi dipenuhi iklan soft drink. Nah, bisa kita pahami betapa ringannya melihat, membeli, dan menikmati soft drink!

Era kejayaan soft drink adalah anak kandung dari gaya hidup yang serba instant. Sebelumnya, kita harus mampir dulu ke warung atau restoran untuk mendapatkan air teh, kopi, atau susu. Cara itu menyusahkan saat roda hidup semakin ngebut berpacu. Mobilitas sangat tinggi dan manusia perlu efektivitas dan efisiensi dalam segala lini. Pemilik modal menangkap medan bisnis yang menggiurkan dan menjawabnya dengan soft drink.

Soft drink umumnya minuman ringan berkarbonasi yang dikemas dalam botol atau kaleng. Karbonasi merupakan proses minuman diinjeksikan gas-gas CO2 (Karbondioksida). Efeknya, gelembung-gelembung yang terasa lembut, menggigit lidah. Itulah yang menimbulkan rasa spesial bagi konsumen.

Komposisi soft drink tidaklah rumit, muatannya lebih banyak air dan selebihnya campuran pemanis buatan, gas CO2, pencita rasa, pewarna, asam fosfat, kafein, dan beberapa mineral. Konsumen tertarik pada soft drink karena rasa segarnya sebagai efek pemberian gas CO2 dan rasa manisnya.

Apakah minuman ringan itu sehat? Pertanyaan itu menggelisahkan sebab ada sejumlah keganjilan. Pernah ada seorang mahasiswa minum soft drink dengan lahapnya. Kemudian temannya ada yang memanasi, “Bila sanggup sepuluh botol, semua minuman aku yang bayar.” Sang mahasiswa berjuang meminumnya tapi ia berhenti pada botol yang kedelapan. Dia kalah. Kekalahannya jadi sempurna karena kemudian tubuhnya lemas dan terkapar tanpa daya hampir dua bulan.

Pada sebuah acara wisata, seorang pria membeli minuman ringan ukuran 1,5 liter. Karena hari panas, sepanjang jalan ia berkali-kali minum. Hingga tanpa sadar minuman sebotol besar itu ludes di kerongkongannya sendiri. Dan ia tetap saja haus dan tubuhnya lemas.

dr. Tommy Indrawan, MARS, Direktur Rumah Sakit Bersalin Juwita, mengomentari, “Soft drink tak pernah menghilangkan rasa haus, malahan menguras air di dalam tubuh. Sebab biokimianya sangat tinggi. Kalaupun tidak berpengaruh secara langsung, bisa menjadi pemicu sakit. Soft drink bukanlah minuman kesehatan. Bisa merusak tulang karena kalsium terhambat oleh soda. Enamel gigi juga rusak dan mengakibatkan keropos.

Lebih jauh dr. Tommy merinci, “Soft drink bersifat asam dengan PH 2,5. Pencernaan terganggu bila soft drink berlebihan. Berdasarkan sejumlah penelitian, beberapa soft drink memiliki sejenis zat logam yang mengganggu syaraf. Kafein dan gulanya yang tinggi mengganggu metabolisme dan menimbulkan diabetes.

Ir. Muti Arintawati, M.Si dari LPPOM MUI menjelaskan, “Soft drink kadar gulanya tinggi. Sebagai minuman sehari-hari, dipakai setiap saat sebagai pemenuhan kebutuhan air tentu tidak sehat. Bahan bakunya bukan alami melainkan buatan. Efeknya tidak baik, ada asam, pewarna, perasa, diminum terus-menerus bisa berakumulasi. Tubuh digempur terus dengan soft drink akan rusak. Apalagi tidak diimbangi dengan air putih. Kembali pada prinsip dasar dalam Islam bahwa segala yang berlebihan dilarang.”

Di samping itu, aspek sertifikat halal tetap harus diperhatikan. Muti menekankan bahwa potensi masuknya zat-zat haram ke dalam soft drink tetap ada, “Misalnya dalam penggunaan gula, ada proses pemurnian yang memakai zat karbon aktif dari tulang hewan. Nah, itu bisa diambilnya dari hewan yang haram. Termasuk perasanya yang juga bisa dari hewan yang haram.

Tubuh manusia sangat membutuhkan air sehat. Jadi, mengatasi haus dengan soft drink yang menguras cairan dalam tubuh, bukanlah solusi yang tepat. Apalagi beberapa di antaranya bermasalah dalam hal pengawet. Penggunaannya dalam waktu lama dan berlebihan mengancam kesehatan.

Andaipun tak ada zat haramnya, namun bila membahayakan bagi kesehatan, makanan atau minuman itu jadi terlarang. Kita mesti menjauhi menu yang berpotensi mendatangkan penyakit atau merusak tubuh.

Tak seringan mereguk soft drink, efek belakangnya perlu juga diperhatikan. Saatnya kita mempertimbangkan penjagaan diri dari hal-hal yang berbahaya. Perlu membatasinya pada kadar-kadar tertentu dan jangan berlebihan. Pilihlah air putih, anugerah Allah itulah pilihan paling aman bagi masa depan kesehatan.

Percobaan

Judul Percobaan          : Pengujian pengaruh softdrink terhadap Lingkungan dan

Tubuh

Tujuan Percobaan        : Membuktikan pengaruh yang dapat ditimbulkan oleh

Softdrink bagi Lingkungan dan Tubuh

Hipotesis                     : Softdrink yang memiliki PH yang rendah dapat

berpengaruh terhadap Lingkungan dan Makhluk Hidup

Alat    😡 PH indikator/indikator universal

x 6 Gelas kimia

Bahan 😡 Larutan softdrink dari 3 jenis merek ( Larutan A, Larutan B, Larutan C)

x Logam berkarat (Paku)

x Tulang Ayam

Cara kegiatan  :

  1. Masukkan larutan softdrink dari 3 jenis merek ke dalam gelas kimia
  2. Jumlah setiap larutan harus memiliki volum yang sama
  3. Kemudian, ukurlan PH 3 jenis softdrink tersebut, dan catatlah!
  4. Setelah mengukur tingkat keasamannya, masukkan paku berkarat tersebut ke dalam 3 gelas kimia yang diisi larutan A, Larutan B,dan Larutan C
  5. Setelah itu, masukkan tulang hewan tersebut ke dalam 3 gelas kimia lainnya, yang diisi 3 larutan A, Larutan B,dan Larutan C
  6. Diamkanlah larutan tersebut beberapa saat
  7. Setelah itu, catatlah perubahan yang terjadi pada paku dan tulang hewan

Catatan :

Komposisi Larutan:

Larutan A: Air berkarbonasi, Pewarna karamel, Pemanis buatan Natrium

Siklamat 232 mg/saji Natrium Sakarin27 mg/saji, Asam Fosfat, Perisa, Pengawet Natrium Benzoat, dan Pengatur Keasaman Natrium Sitrat.

Larutan B:

Larutan C: Air berkarbonasi, Gula, Beverage Base dan pengawet Natrium

Benzoat

Hasil Kegiatan            :

Pengaruh Softdrink terhadap Lingkungan (Paku berkarat)

Jenis Larutan PH Larutan Kemampuan membersihkan karat
Larutan A 3 Cepat
Larutan B 3 Sedang
Larutan C 3 Lambat
  • Pada pengukuran PH, dilakukan dengan menggunakan alat ukur indikator universal. Didapatkan bahwa PH softdrink  rata – rata adalah 3 – 4. Tingkat PH yang rendah pada softdrink membuatnya dapat melepaskan karat – karat pada logam (Paku). Pelepasan karat pada logam merupakan proses pickling, yang merupakan proses pembersihan karat oleh asam.

Sebelum proses pickling berlangsung :


Pengaruh Softdrik terhadap tubuh (Tulang Ayam)

Jenis Larutan PH Larutan Kemampuan merapuhkan tulang
Larutan A 3 Sedang
Larutan B 3 Sedang
Larutan C 3 Lambat
  • Ternyata, selain berpengaruh  terhadap lingkungan, softdrink mempunyai pengaruh yang besar pada organ tubuh makhluk hidup, terutama pada makhluk hidup(tulang dan gigi). Pada pengujian ini, sampel yang digunakan adalah tulanh Ayam, yang secara anatomi memiliki bentuk yang sama dengan tubuh manusi. Berdasarkan pengujian yang dilakukan, tingkat PH softdrink yang

PH yang rendah pada softdrink membuatnya dapat melepaskan karat – karat pada logam (Paku). Pelepasan karat pada logam merupakan proses pickling, yang merupakan proses pembersihan karat oleh asam.


BAB V

PEMBAHASAN

V.1 Peranan Softdrink bagi lingkungan dan tubuh

Dalam bahasa sehari-hari, soft drink dapat diartikan sebagai minuman ringan berkarbonasi / bersoda. Karbonasi merupakan efek penginjeksian gas CO2 (karbondioksida) ke dalam minuman, sehingga memiliki penampakan bergelembung-gelembung yang menyuguhkan kesan segar.

V.1.1 Peranan Softdrink Terhadap Lingkungan

Hampir semua orang mengenal soft drink, minuman ringan yang banyak dijual di berbagai tempat. Kita senang meminumnya, terlebih di saat dahaga di tenggorokan. Tetapi tahukah anda bahwa softdrink sangat berperan dalam lingkungan kita.
Berikut beberapa peranan softdrink :

1. Sebagai pembersih toilet.

Langkah-langkah untuk membersihkan toilet dengan menggunakan softdrink antara lain :

  1. Tuangkan sekaleng Soft Drink ke dalam toilet.
  2. Tunggu sejam, kemudian siram sampai bersih.
  3. Asam sitric dalam soft drink menghilangkan noda-noda dari keramik .

2.  Sebagai pembersih radiator mobil.

Langkah-langkah untuk membersihkan radiator mobil dengan menggunakan softdrink antara lain :

  1. Campur sekaleng soft drink ke dalam radiator.
  2. Panaskan mesin 15-30 menit.
  3. Dinginkan mesin, setelah itu buang air  radiator.
  4. Anda akan melihat karat yang rontok bersama air tersebut.

3. Sebagai penghilang titik-titik karat dari bumper /chrome mobil.

Langkah-langkah untuk membersihkan titik-titik karat dari bumper

/chrome mobil dengan menggunakan softdrink antara lain :

a.   Rendam gumpalan alumunium foil dalam softdrink.

  1. Gosok bumper dengan gumpalan alumunium foil  yang direndam dalam soft drink.

4. Sebagai pembersih korosi dari terminal aki mobil.
Untuk membersihkan korosi dari terminal aki mobil, tuangkan sekaleng

soft drink di atas terminal aki.
5. Sebagai pelonggar baut yang berkarat.

Langkah-langkah untuk melonggarkan baut yang berkarat dengan menggunakan softdrink antara lain :

  1. Rendam kain dalam softdrink.
  2. Gosokkan kain yang direndam dalam soft drink
    pada baut yang berkarat .

6. Sebagai penghilang noda-noda lemak dan minyak pada pakaian.

Langkah-langkah untuk menghilangkan noda-noda lemak dengan menggunakan softdrink antara lain :

  1. Tuangkan sekaleng soft drink ke dalam tumpukan cucian yang bernoda lemak.

b.   Tambahkan detergent

  1. Putar dengan putaran normal. Soft drink akan menolong menghilangkan noda lemak.

7. Sebagai penghilang karat pada paku atau benda logam lainnya.

        Karat merupakan reaksi kimia yang terjadi melalui proses pertukaran elektron yang dibantu faktor-faktor seperti besi, air dan elektron bebas, maka dengan menghilangkan salah satu dari faktor tersebut proses timbulnya karat dapat dicegah. Karat itu hasil oksidasi, jadi pada besi, karat itu Fe2O3. Untuk menghilangkannya, ditambah dengan H2SO4 sehingga menghasilkan garam abu-abu FE2(SO4)3 dan H2O

Langkah-langkah untuk menghilangkan karat pada paku atau benda logam lainnya dengan menggunakan softdrink antara lain :

  1. Tuangkan softdrink dalam suatu wadah.
  2. Masukkan paku atau benda logam lainnya kedalam softdrink.

Dalam waktu 1 hari, paku akan bersih kembali dari karat.

8. Sebagai pembersih kabut pada kaca  depan mobil.

Langkah-langkah untuk membersihkan kabut pada kaca depan mobil dengan menggunakan softdrink antara lain :

  1. Rendam kain kedalam softdrink.
  2. Gosokkan kain yang direndam dalam soft drink pada kaca depan mobil.

Atau

a.  Tuangkan softdrink  pada kaca mobil.
b.   Keringkan dengan kain yang bersih dan kering.
9.Sebagai Pembasmi Serangga Perusak
               Di daerah Andhra Pradesh dan Chattisgarh, India, para peladang menggunakan softdrink untuk membunuh serangga yang menyerang ladang kapas dan cabai.

V.1.2 Peranan Softdrink Terhadap tubuh

Gaya hidup sehat ala back to nature adalah cara terbaik mendapatkan tubuh bugar dan bebas dari gangguan berbagai bentuk penyakit. Salah satunya adalah membiasakan minum air putih, dan mengabaikan soft drink berkalori tinggi.

Di balik popularitas dan efek kepuasan dari gelembung-gelembung CO2 yang khas, ada sisi kecemasan luar biasa di kalangan dunia kesehatan. Sebenarnya apa yang terkandung dalam soft drink? Lantas, bagaimana peranannya terhadap tubuh?

Komposisi minuman ringan sangat sederhana, yaitu terdiri atas 90 persen air. Sisanya kombinasi pemanis buatan, gas CO2, pencita rasa (essens), pewarna, asam fosfat, kafein, dan beberapa mineral terutama aluminium.

Meski diracik begitu sederhana, minuman ini menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan, terutama kandungan benzene. Memang tidak seketika, tetapi akan dirasakan di masa datang, apabila mengonsumsinya terus-menerus dan berlebihan.

Misalnya kerusakan gigi, diabetes, obesitas, osteoporosis, penyakit jantung dan batu ginjal. Hal ini karena adanya bahan-bahan aditif, serta rasa manis yang memiliki kadar gula dan kandungan energi.

Menurut Jacobson (2003), rasa manis dalam sekaleng soft drink setara dengan tujuh sendok teh gula pasir. Pada survei tahun 1997 diketahui, 44 persen lelaki di AS mengasup 34 sendok teh gula / hari akibat mengonsumsi soft drink. Sebaliknya, 40 persen perempuan mengasup 24 sendok teh gula/hari.

Jika dihitung sumbangan energinya, berarti setiap lelaki mengonsumsi 2.750 kilo kalori (kkal) per hari, sedangkan perempuan sekitar 1.850 kkal/hari. Menurut anjuran United States Department of Agriculture (USDA), konsumsi gula harian yang normal hanya memberikan energi sekitar 1.600 kkal.

Sementara kandungan asam fosfor dalam soft drink mengandung 13-19 mg/100ml.

Adapun beberapa peranan softdrink terhadap tubuh manusia antara lain:

1. Sebagai Pemacu Obesitas

Minuman ringan termasuk penyumbang energi yang tak dibutuhkan tubuh dan ikut bertanggung jawab terhadap kelebihan asupan energi yang bisa menyebabkan obesitas. Obesitas merupakan penyakit kelebihan berat badan minimal 75 persen dari berat ideal. Penyebab utamanya adalah konsumsi makanan berlebihan, tanpa diimbangi aktivitas fisik dan olahraga.

Meski bukan faktor utama, soft drink yang dikonsumsi rutin bisa menyebabkan obesitas. Beberapa penelitian menyebutkan, risiko obesitas akibat minuman ringan lebih banyak menyerang anak-anak dan remaja, terutama laki-laki.

Dari hasil survei, hanya 33 persen anak-anak mengonsumsi makanan lengkap sesuai anjuran Recommended Dietary Allowances (RDA). Demikian pula komponen gizi mikronya.

Hanya 36 persen anak laki-laki dan 14 persen anak perempuan mengonsumsi kalsium sesuai anjuran RDA, 30 persen vitamin A, serta 20 persen magnesium.

Fakta-fakta tersebut dipacu oleh tingginya anak-anak mengonsumsi minuman ringan, yakni 1,5 kali lebih banyak daripada susu. Obesitas juga meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular. Bagi wanita hamil, minuman ini harus dihindari sejak awal kehamilan sampai melahirkan. Meski hanya segelas, minuman bersoda mengandung 250 kalori serta gula fruktosa yang tak baik dikonsumsi ibu hamil.

Fruktosa dalam soft drink merupakan gula sintetik yang diekstrak secara kimiawi dari jagung dan berkalori sangat tinggi, sehingga meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Risikonya, timbul diabetes mellitus selama kehamilan dan janin mengalami kelebihan berat badan.

2. Sebagai pembersih sistem tubuh

Sebelumnya telah dijelaskan bahwa softdrink sangat ramah lingkungan dengan peranannya sebagai pembersih. Tahukah anda,  kita minum soft drink, tentu saja juga untuk “membersihkan” sistem kita. Selain itu, kita semua membayar untuk itu. Untuk perhatian kita, pH rata-rata dari soft drink adalah 3.4.Tingkat keasaman ini cukup kuat untuk melarutkan gigi dan tulang. Tubuh kita berhenti menumbuhkan tulang pada usia sekitar 30 tahun. Setelah itu tulang akan larut setiap tahun melalui urine tergantung dari tingkat keasaman makanan yang masuk. Semua Calcium yg larut berkumpul di dalam arteri, urat nadi, kulit, urat daging dan organ, yang mempengaruhi fungsi ginjal dalam membantu pembentukan batu ginjal.

Soft drinks itu memang enak, apalagi jika diminum dingin waktu lagi gerah atau sangat haus. Itu mungkin faktor kenapa sebagian orang jadi suka banget soft drink. Padahal soft drink itu tidak bergizi (dalam hal vitamin dan mineral). Softdrink punya kandungan gula lebih tinggi, lebih asam, dan banyak zat aditif, seperti pengawet dan pewarna.

Tubuh kita mempunyai suhu optimum 370 supaya enzim pencernaan berfungsi. Sementara orang suka meminum soft drink dingin setelah makan. Suhu dari soft drink dingin jauh di bawah 370, terkadang mendekati 0. Hal ini mengurangi keefektivan dari enzim dan memberi tekanan pada sistem pencernaan kita, mencerna lebih sedikit makanan. Bahkan makanan tersebut difermentasi. Makanan yang difermentasi menghasilkan bau, gas, sisa busuk dan racun, yang diserap oleh usus, diedarkan oleh darah ke seluruh tubuh. Penyebaran racun ini mengakibatkan pembentukan macam-macam penyakit.

3. Sebagai penghasil karbondioksida di dalam darah

Beberapa waktu yang lalu , ada sebuah kompetisi di Universitas Delhi. Siapa dapat minum soft drink paling banyak?  Pemenangnya meminum 8 botol dan meninggal seketika karena kelebihan karbondioksida dalam darah dan kekurangan oksigen. Setelah itu, Rektor melarang semua softdrink di semua kantin universitas.

4. Sebagai Perusak dan Pelarut Gigi

Saat cuaca panas atau sehabis berolahraga, soft drink memang salah satu minuman favorit yang dicari dan digemari banyak orang. Selain untuk pelepas dahaga juga sebagai pelengkap saat sedang kumpul-kumpul bersama teman.

Tetapi jika setiap hari kita mengkonsumsinya, tentu Anda harus memikirkan kesehatan tubuh apalagi kesehatan gigi Anda. Karena menurut hasil para peneliti dari Academy of General Dentistry’s America, terlalu sering mengonsumsi minuman ringan dan minuman berenergi bisa merusak gigi.

Seperti yang diungkap dalam penelitian tersebut, minuman ringan tidak hanya memiliki tingkat keasaman (pH) yang dapat merusak gigi, namun tingkat buffering atau kemampuan minuman dalam menetralisir asam juga dapat menimbulkan efek negatif pada gigi dan berpotensi menimbulkan kerusakan pada enamel gigi.

Sebelumnya para peneliti melakukan uji coba keasaman pada sekitar lima jenis kategori minuman yang paling popular di AS, terutama di kalangan remaja dan orang dewasa. Mereka menemukan pasien yang mengalami tanggalnya gigi pada usia 20-an. Dari sini terungkap gigi para penggemar minuman ini menjadi sangat rentan terhadap serangan asam yang terdapat dalam minuman. Alhasil, kualitas gigi mereka pun menjadi buruk dan dapat berujung pada tanggalnya gigi. “Mereka banyak sekali menenggak soda, minuman olahraga dan minuman energi. Akibatnya, jika tidak ditangani serius sejak dini, dapat berujung pada problem gigi yang parah dan membutuhkan rehabilitasi mulut untuk memperbaikinya,” terang Dr Raymond Martin, juru bicara dari AGD (Academy of General Dentistry).

Kerusakan enamel yang diakibatkan tidak main-main. Dalam tiga menit setelah kita meminum soda, terjadi pengikisan enamel 10 kali lebih kuat dibandingkan dengan minuman jus buah. Menurut para ahli, kandungan asam sitrat yang terdapat dalam segala jenis minuman soda menjadi biang keladinya.

Beberapa waktu yang lalu, seseorang menaruh gigi patah di dalam botol softdrink, dan dalam 10 hari gigi tersebut melarut. Padahal gigi dan tulang adalah satu- satunya organ manusia tetap utuh selama tahunan setelah manusia mati

Jadi supaya gigi kita tetap terjaga kesehatannya, sebaiknya batasi untuk mengkonsumsi minuman ringan yang mengandung soda. Dan gunakanlah sedotan yang ditempatkan dibagian belakang atau didalam mulut pada saat meminumnya, hal itu untuk mencegah adanya kontak cairan dengan gigi, dan kumurlah mulut dengan air bersih setelah meminumnya.

5. Perapuh Tulang

Mengkonsumsi softdrink secara berlebihan dapat membuat tulang rapuh dan dapat menyebabkan osteoporosis. Berdasarkan penelitian, tulang akan larut dalam softdrink dalam waktu 2-10 hari. Langkah-langkah percobaan tersebut adalah :

-    Masukkan tulang ke dalam softdrink.
-    Rendam dalam wadah tertutup.
-    Biarkan beberapa hari (2-10 hari), maka tulang akan melarut (hilang).

6. Sebagai Penghasil Sakarin di dalam Tubuh

Sakarin adalah zat pemanis buatan yang dibuat dari garam natrium dari asam sakarin berbentuk bubuk kristal putih, tidak berbau dan sangat manis. Pemanis buatan ini mempunyai tingkat kemanisan 550 kali gula biasa. Oleh karena itu sangat populer dipakai sebagai bahan pengganti gula.

Dalam perdagangan dikenal dengan nama Gucide, Glucid, Garantose, Saccharimol, Saccharol, dan Sykosa. Harga sakarin paling murah disbanding dengan pemanis buatan lainnya. Sakarin dapat menghemat biaya produksi. Harga pemanis buatan jauh lebih murah dibandingkan dengan gula asli. Pemanis buatan hanya sedikit ditambahkan untuk memperoleh rasa manis yang kuat.

Bahaya penggunaan sakarin yang berlebihan 
Pemanis buatan banyak menimbulkan bahaya bagi kesehatan manusia. Bahaya tersebut antara lain :
a.    migrain dan sakit kepala
b.    kehilangan daya ingat
c.    bingung
d.   insomnia
e.    iritasi
f.     asma
g.    hipertensi
h.    diare
i.      sakit perut
j.         alergi
k.    impotensi dan gangguan seksual
l.        kebotakan
m.  kanker otak
n.    kanker kantung kemih

               Tikus-tikus percobaan yang diberi makan 5% sakarin selama lebih dari 2 tahun, menunjukkan kanker mukosa kandung kemih (dosisnya kira-kira setara 175 gram sakarin sehari untuk orang dewasa seumur hidup). Sekalipun hasil penelitian ini masih kontroversial, namun kebanyakan para epidemiolog dan peneliti berpendapat, sakarin memang meningkatkan derajat kejadian kanker kandung kemih pada manusia kirakira 60% lebih tinggi pada para pemakai, khususnya pada kaum laki-laki. Oleh karena itu Food and Drug Administation (FDA), AS menganjurkan untuk membatasi penggunaan sakarin hanya bagi para penderita kencing manis dan obesitas. Dosisnya agar tidak melampaui 1 gram setiap harinya.
Berikut adalah kandungan bahan-bahan kimia dalam softdrink
r  Air terkarbonasi
r  Sakarin
r  Zat pewarna (Karamel dan sulfit amonia karamel)
r  Kafein
r  Asam fosfat
r  Asam sitric
r  Kalium benzoat
r  Kalium sitrat
r  Natrium benzoat
r  Natrium sitrat
r  Natrium siklamat
r  Perasa

7. Penguras Air di dalam Tubuh

Softdrink menguras air dalam tubuh. Seperti halnya diuretik yang bukannya memberikan air untuk tubuh kita, tetapi justru menghabiskannya. Pemprosesan gula tingkat tinggi dalam softdrinks memerlukan sejumlah besar air dalam tubuh manusia. Untuk mengganti sir ini, seseorang harus minum 8-12 gelas air untuk setiap gelas yang diminum.

8. Penyebab Dehidrasi

9. Penghancur Mineral Penting dalam Tubuh

10. Penyebab Penyakit Jantung

11. Penyebab Diabetes

12. Penghenti proses pencernaan

13. Penghambat Perlawanan Terhadap Penyakit

14. Perusak DNA

Riset yang dilakukan oleh Sheffield University di Inggris terhadap bahan pengawet makanan dan minuman yang umum digunakan, menyatakan bahwa sodium benzoate diperkirakan dapat merusak DNA. Sodium benzoate, penghambat jamur yang biasa ditemukan pada Pepsi, Coke, Sprite, maupun minuman-minuman ringan lainnya, juga pada asinan dan saus, dianggap patut diwaspadai.

Pete Piper, professor bidang biologi molekuler dan bioteknologi, yang telah meneliti sodium benzoate sejak 1999, pernah menguji sodium benzoate pada sel ragi yang hidup. Ia terkejut menemukan substansi tersebut dapat merusak DNA mitochondria pada ragi. Karena peduli terhadap hal ini, Piper mempublikasikan penelitiannya melalui surat kabar Inggris, The Independent, pada hari Minggu, 27 Mei 2008: “Bahan kimia ini memiliki kemampuan untuk menyebabkan kerusakan yang serius pada DNA di dalam mitochondria, sedemikian rupa hingga dibuat sepenuhnya tidak aktif – mereka merusak seluruhnya.”

“Mitochondria menyerap oksigen untuk menghasilkan energi, dan bila dirusak – seperti terjadi pada sejumlah kondisi pada saat sakit – maka sel mulai mengalami kegagalan fungsi yang sangat serius. Dan ada sejumlah penyakit dimana yang sekarang dikaitkan dengan kerusakan DNA ini – penyakit Parkinson dan beberapa penyakit akibat degenerasi saraf, namun terutama sekali, keseluruhan dari proses penuaan.”

Sodium benzoate terbentuk secara alami pada buah cranberry, apel, produk susu, kayu manis, dan cengkeh. Menurut http://inchem.org, sodium benzoate yang terbentuk secara alami pada makanan kira-kira 40 mg/kg. Digunakan sebagai bahan pengawet, diperlukan kira-kira 2.000 mg/kg. Secara historis, asam benzoat berasal dari distilasi kering dari getah kapur barus. Produksi massal dihasilkan secara murah dari toluene. Sodium benzoate dibuat dari asam benzoic.

Penyelidikan-penyelidikan pada daftar FDA terutama diterapkan pada tikus, dimana tidak nampak gejala keracunan. Percobaan yang dilakukan pada sejumlah individu terbatas dari kurun 1960-an hingga 1980-an, tidak menunjukkan efek negatif, oleh karena itu sodium benzoate dan asam benzoic dianggap aman oleh lembaga pengawas makanan Amerika Serikat tersebut.

Kelompok Bantuan Bagi Anak-Anak Hiperaktif di Inggris melakukan pengecualian dan merekomendasikan untuk menghindari sodium benzoate dan asam benzoic. Piper sendiri menganggap hasil uji coba yang dilakukan oleh FDA sebagai “kadarluasa.”Sebuah studi jangka pendek pada tikus – yang diberikan sodium benzoate/benzoic acid sebanyak 1.800 mg/kg – telah mengakibatkan kerusakan sistem saraf pusat. Asam benzoic menyebabkan patologi hati dan mengurangi berat badan. Namun, penyelidikan ini dianggap belum cukup untuk memastikan dampak negatifnya.

Vitamin C (ascorbic acid) ditambahkan pada minuman ringan akan bereaksi dengan sodium benzoate menghasilkan benzene, dikenal sebagai polutan udara dan penyebab kanker.

Softdrink bersifat sangat asam. Tubuh manusia secara alamiah memiliki pH 7,0. Softdrink memiliki pH 2,5, artinya pengkonsumsi softdrink memasukkan sesuatu yang ratusan ribu kali lebih asam kedalam tubuh pengkonsumsi tersebut. Penyakit berkembang dalam lingkungan asam. Softdrink akan mengendapkan limbah asam dalam tubuh yang menumpuk dalam sendi dan di sekitar organ tubuh.

Bayangkan apa yang minuman tersebut lakukan pada usus dan lapisan perut manusia yang halus! Dan apa yang akan terjadi pada fungsi pencernaan dan organ tubuh lainnya jika mengkonsumsi softdrink? Jadi, apakah kita mau tubuh kita hancur karena minum minuman yang tidak ramah bagi tubuh ?

V.2 Dampak Softdrink Bagi Tubuh

Dampak softdrink bagi kesehatan tubuh;

  1. mampu menguras air di dalam tubuh, saat terjadinya pemrosesan gula tingkat tinggi dalam softdrink itu memerlukan bantuan air didalam tubuh dalam jumlah yang cukup besar. Karena itu, sebaiknya mengganti cairan yang terbuang, harusnya mengkonsumsi air putih sebanyak 8 sampai 12 gelas untuk setiap gelas minuman softdrink.
  2. Saat mengalami dehidrasi, sebaiknya tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi softdrink, karena softdrink tidak menghilangkan haus, namun justru hanya akan membuat semakin haus. Karena softdrink bukanlah jenis minuman yang dibutuhkan didalam tubuh. Jika tetap untuk mengkonsumsi, maka yang terjadi adalah Dehidrasi seluler kronis, suatu kondisi yang mampu melemahkan tubuh pada tingkat sel. Yang lambat laun akan menyebabkan melemahnya sistem kekebalan tubuh serta dapat menimbulkan berbagai penyakit.
  3. Softdrink memiliki kandungan  fosfat yang terbilang tinggi, sehingga dapat menghancurkan mineral penting yang terdapat dalam tubuh. Jika sampai tubuh kekurangan mineral, maka akan menyebabkan penyakit jantung (kekurangan magnesium), osteoporosis (kekurangan kalsium), serta berbagai penyakit lainnya.
  4. seperti diketahui kandungan gula didalam softdrink memiliki jumlah yang sangat tinggi, yang dapat menyebabkan pankreas memproduksi insulin dalam jumlah yang besar, sehingga terjadinya kandungan gula di dalam tubuh kelebihan dan kekurangan gula dan insulin. Tantu itu akan menyebabkan penyakit diabetes serta penyakit lain, seperti ketidakseimbangan dalam tubuh.
  5. kafein dan kandungan gula di dalam softdrink dapat menghentikan proses pencernaan. Sehingga kandungan gizi pada makanan yang dikonsumsi beberapa jam sebelumnya tidak akan menyerap.
  6. kondisi tubuh sedang tidak fit, atau bahkan sedang demam, flu dan lainnya, sebaiknya jauhkan softdrink.

BAB VI

PENUTUP

V.1 Kesimpulan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, ternyata softdrink sangat berpengaruh tidak hanya pada lingkungan namun juga berpengaruh terhadap tubuh. Terhadap lingkungan, softdrink berperan dalam penghilangan/pelepasan karat pada besi. Sedangkan pada tubuh, softdrink dapat merapuhkan beberapa organ tubuh, terutama dibagian tulang dan gigi.

Soft drinks tidak punya nilai gizi (dalam hal vitamin dan mineral). Mereka punya kandungan gula lebih tinggi, lebih asam, dan banyak zat aditif seperti pengawet dan pewarna.Sementara orang suka meminum soft drink dingin setelah makan, coba tebakapa akibatnya? Akibatnya? Tubuh kita mempunyai suhu optimum 370 supaya enzim pencernaan berfungsi. Suhu dari soft drink dingin jauh di bawah 37, terkadang mendekati 0. Hal ini mengurangi keefektivan dari enzim dan memberi tekanan pada sistem pencernaan kita, mencerna lebih sedikit makanan. Bahkan makanan tersebut difermentasi. Makanan yang difermentasi menghasilkan bau, gas, sisa busuk dan racun, yang diserap oleh usus, di edarkan oleh darah ke seluruh tubuh.

BIODATA PENULIS

Nama Lengkap            : BAGUS AYU PURNAMASARI

Tempat, tanggal lahir  : Lampung timur, 31 Oktober 1993

Jenis Kelamin              : Perempuan

Nama sekolah              : SMA Negeri 2 Kota Bengkulu

Alamat sekolah           : Jalan Mahoni No.14 Sawah Lebar

Kelurahan      Padang Jati

Kecamatan    Ratu Samban

Kota              Bengkulu

Provinsi         Bengkulu

Telp               (0736) 21022 Fax.(0736)349123

Alamat rumah             : Perumahan BTN Polda Blok D no.15

Kelurahan      Bumi Ayu

Kecamatan    Selebar

Kota              Bengkulu

Provinsi         Bengkulu

Hp                 0852 69291958

Hobi                            : Menbaca artikel, membuat puisi, Nge-net

Cita-cita                      : Menjadi seseorang yang peduli akan dunia

kemasyarakatan, tepatnya kesehatan sosial

Motto                          : “if I’m not talking, so nothing will be hate me, because

nothing are know me…”

Ilmu yang di gemari    : Biologi dan geologi

Riwayat Pendidikan   : TK Dharma Wanita Palembang

SD Negeri 1 Payung Negara 1 Senuling Indah

SD Negeri 1 Metro Pusat

SMP Xaverius Metro Pusat

SMA Negeri 02 Kota Bengkulu

Nama Wali                  : Ir. Bagus Baru Soko

Pendidikan Wali         : Sarjana Universitas Lampung (UNILA)